Puluhan Hektar Lahan Pertanian Di Malang Kekeringan

Kamis, 28 Juli 2011 - 19:42 WIB • Dibaca 133 kali

GEDANGAN, MALANGRAYA.info – Sedikitnya 50 hektare lahan pertanian di Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, mengalami kekeringan karena embung yang dibangun 2008 lalu sama sekali tidak berfungsi.

Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang Agus Priyanto, Kamis, mengakui, pihaknya bersama Balai Besar Pengairan Provinsi Jatim telah meninjau lokasi embung yang tidak berfungsi dan telantar sejak selesai dibangun tersebut.

Baca Juga

“Dari hasil tinjauan kami, tidak berfungsinya embung tersebut disebabkan oleh sifat tanah memiliki serapan air yang tinggi. Tanah tersebut tidak mampu menampung air hujan (cepat surut) sehingga tidak bisa mengairi sawah petani,” ujarnya menambahkan.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengairan provinsi dan rencananya embung tersebut akan dibuatkan lapisan dari tanah liat.

Hanya saja, lanjut Agus, mengenai anggaran biaya dan kapan dimulainya pembuatan lapisan embung itu menjadi kewenangan Balai Besar Pengairan Jatim. “Kami belum tahu pastinya kapan dan biayanya berapa,” tegasnya.

Ia mengakui, lahan persawahan di wilayah Malang selatan memang membutuhkan embung atau tempat penampungan air karena sifat tanahnya hampir semua.

Akibat tidak berfungsinya embung yang dibangun dengan biaya Rp2,4 miliar itu, petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawahnya. Dan, ketika musim kemarau, petani menanam jagung, singkong atau tebu.

Lahan embung seluas tiga hektare yang dibangun Balai Besar Pengairan Jatim itu adalah lahan milik 19 kepala keluarga (KK) warga setempat yang dibebaskan oleh Pemkab Malang dengan harga Rp12.500 per meter persegi pada tahun 2007.

Pada saat itu petani dijanjikan bahwa segala kebutuhan air sawahnya akan terpenuhi dengan baik jika mau melepas lahannya untuk pembangunan embung, namun sampai saat ini embung tersebut tidak mampu kebutuhan air petani.

Meski lahan yang digunakan untuk pembangunan embung tersebut telah dibebaskan oleh Pemkab Malang, faktanya sampai sekarang warga yang lahannya dilepas itu masih tetap dimintai surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT).

“Padahal tanah saya kan sudah dibebaskan oleh pemerintah dan sertifikatnya juga sudah saya serahkan, tapi setiap tahun saya masih harus membayar sebesar Rp25 ribu,” kata salah seorang petani setempat, Keman.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Iwan Kurniawan
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs