
Foto: malang post
Topping off ceremony yang ditandai penancapan paku emas itu, dihadiri Theo F Sambuaga selaku Presdir Lippo Group. Agus Riadi Dirut PT Sukses Indah Kencana serta Wali Kota Batu Eddy Rumpoko disertai Muspida.
“Bangunan sudah selesai dengan lantai tiga, kini kami sedang melakukan finishing. Desember bangunan sudah selesai dilanjutkan soft opening,” ungkap Theo Sambuaga.
Theo menyakinkan komitmen Lippo Group melalui Batos, untuk bekerja sama dengan UKM dan petani setempat. Yakni, akan mewujudnya bantuan manajemen, peningkatan kualitas produk dan menampung produk-produk lokal untuk dipasarkan di Hypermart dan Matahari.
Keberadaan Batos dikatakan sangat tepat untuk membantu melengkapi fasilitas wisata kota ini. Karena itu, perlu didukung dengan fasilitas perbelanjaan untuk memudahkan wisatawan dan masyarakat setempat memenuhi kebutuhannya.
Centre Director Batos, Fifi Trisjanti menyatakan keberadaan plaza ini di Kota Batu bukan termasuk kesalahan. Biasanya, investor mendirikan mall akan melihat jumlah penduduk yang lebih dari 1 juta jiwa. Sedangkan penduduk Kota Apel ini hanya sekitar 200 ribu, namun wisatawan sangat membludak.
Batos yang dibangun dengan dana Rp60 M itu, juga akan diisi sekitar 200 tenand, dan saat ini sudah laku 50 persen yang ukurannya lebih besar dibanding di Matos, yakni rata-rata 60 m2. Produknya difokuskan pada Food and Baverage (makanan dan minuman) demi mendukung pariwisata. Bahkan, nantinya akan dilengkapi Time Zone dengan materi Cartoon yang belum dimiliki Matos.
Sedangkan menurut Eddy Rumpoko, sebagai kota yang terus berkembang, Kota Batu tak ingin bergantung dari kota lain.
“Selama ini, masyarakat belanja ke Malang dan Surabaya. Nantinya mereka tidak perlu jauh-jauh ke sana, namun bisa ke Batos,” ungkap Eddy.
http://www.malangraya.info/2011/07/28/084906/1266/batu-town-square-dijadwalkan-buka-desember/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





