Penerapan E-KTP Kota Malang

E-KTP Kota Malang Kekurangan Dana Rp1,7 Miliar

Rabu, 27 Juli 2011 - 19:45 WIB • Dibaca 112 kali

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Penerapan KTP elektronik (E-KTP) yang dijadwalkan awal Agustus mendatang di Kota Malang, Jawa Timur masih kekurangan dana operasional sebesar Rp1,7 miliar lebih.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Rahman Nurmala, Rabu, menyebutkan, anggaran yang tersedia dari APBD 2011 hanya sebesar Rp185 juta, padahal kebutuhannya diperkirakan hingga Rp1,9 miliar.

Baca Juga

“Kami sudah mengajukan tambahan anggaran dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2011, namun sampai sejauh ini kami belum mendapat gambaran berapa besar dana yang disetujui oleh Dewan,” katanya menambahkan.

Rahman mengemukakan, dana yang dibutuhkan untuk menunjang opersional penerapan E-KTP sebesar Rp1,9 miliar. Sedangkan dana yang ada dalam APBD 2011 hanya Rp185 juta, jadi masih membutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 miliar lebih.

Menurut dia, dana tersebut akan digunakan untuk uang lembur operator karena berdasarkan hitungan, untuk menanggani 677.757 KTP elektronik masyarakat Kota Malang, petugas akan lembur hingga pukul 20.00 WIB.

Ia menjelaskan, E-KTP itu akan dikerjakan langsung di lima kecamatan dan harus selesai tahun ini juga. Sebanyak 46 unit perangkat sudah disiapkan.

Asumsinya masing-masing alat mampu menyelesaikan sekitar 1.500 lembar KTP dalam kurun waktu 100 hari, dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan antara empat sampai lima menit per KTP.

Hanya saja, katanya, rencana itu bisa menjadi berantakan jika tidak ada dukungan dana dari APBD, sebab pihaknya tidak mungkin memaksa petugas lembur tanpa honorarium.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya berharap DPRD setempat mempertimbangkan pada PAK nanti bisa memprioritaskan anggaran yang diajukan Dispendukcapil guna mendukung suksesnya penerapan E-KTP yang menjadi projek percontohan bagi daerah lain.

Ia mengakui, jika tidak ada dukungan dana dari APBD, pelaksanaan E-KTP tidak bisa tuntas tahun ini, padahal jika molor atau melebihi batas waktu (2012), maka tidak ada lagi subsidi dari pemerintah pusat.

Jika dilaksanakan melebih tahun 2012, tegasnya, berarti bebannya terlalu berat, sebab semuanya harus ditanggung oleh pemerintah daerah melalui APBD.

Menanggapi keluhan Kepala Dispendukcapil tersebut, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PAN Subur Triono mengatakan, pihaknya akan berjuang keras agar pada PAK tahun ini anggaran yang diajukan tersebut disetujui Dewan.

“Kita akan berjuang agar pengajuan anggaran melalui PAK tersebut dikabulkan, sebab ini untuk kepantingan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, kata Subur, ke depan Pemkot Malang juga tidak terbebani dengan anggaran yang lebih besar. “Jika jadwal peluncuran E-KTP ini mundur, maka yang rugi tidak hanya masyarakat, tapi juga Pemkot Malang,” ujarnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
e-ktp Kota Malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs