Keluarga Korban Pembunuhan Demo

Keluarga Korban Ancam Bunuh Terdakwa

Rabu, 27 Juli 2011 - 14:36 WIB • Dibaca 706 kali

Foto: beritajatim

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Ancaman keluarga korban pembunuhan terhadap pelaku pembunuhan yang kini masuk dalam agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, bisa jadi adalah luapan emosi sesaat.

Baca Juga

Namun, dibalik itu semua, inilah potret buram hukum di negara kita. Masyarakat, begitu apatis dengan aparat penegak hukum. Jalan satu-satunya yang mungkin dianggap cepat menyelesaikan masalah adalah, hukum rimba.

Rabu (27/7/2011) siang ini ratusan keluarga korban pembunuhan atas nama H.Hartosin (42), warga Desa Kanigoro RT24/RW3, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, ngluruk PN Kepanjen. Tuntutan mereka adalah, mendesak hakim menjatuhkan vonis seberat-beratnya bagi terdakwa pembunuhan bernama Bagus Triyogo, warga Kepanjen, Kabupaten Malang. “Jika hukumannya ringan, kami tak terima. Nyawa, harus dibayar dengan nyawa,” terang Sukari (38), Adik Kandung Hartosin, dengan logat madurannya yang kental, Rabu (27/7/2011) siang saat berada ditengah-tengah unjuk rasa.

Menurut Sukari, pengadilan dan jaksa harus adil dalam memutuskan perkara. Jangan bermain-main dalam pasal-pasal yang justru, membuat bencana dikemudian hari. Sejak awal, kami sangat menyayangkan aparat penegak hukum tidak menetapkan pasal 340 KUHP atas terdakwa pembunuhan. Dimana, pada pasal itu jelas sekali jika pelaku sudah membawa pisau sejak keluar dari rumahnya.

Lebih dari itu, Sukari mengatakan, setidaknya, aparat penegak hukum tidak menganggap nyawa manusia sebagai mainan belaka. Terdakwa sudah jelas membunuh korban karena sengketa hutang piutang lantaran takut dilaporkan Polisi. Terdakwa juga sudah merampas motor milik korban dan mengambil uang usai dibunuh. Seluruh barang bukti itu, diakui oleh terdakwa. “Kami tidak kenal dengan pelaku. Ini masalah hutang piutang antara pelaku dengan kakak saya. Tapi jika pelaku dihukum ringan 7 tahun katakanlah, kami siang membunuh dia,” paparnya.

Sementara itu, ratusan pendemo saat ini masih bertahan di pintu masuk PN Kepanjen. Mobil tahanan yang membawa terdakwa pembunuhan belum memasuki lokasi sidang. Agenda sidang siang ini, pembacaan tuntutan oleh JPU yang kabarnya, terdakwa pembunuhan dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman tak lebih dari 10 tahun. Jika vonis ringan diberikan terdakwa, masalah baru dipastikan muncul kembali.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs