Siswa Kelas X Dihimbau Tak Bawa Motor ke Sekolah

Rabu, 27 Juli 2011 - 10:20 WIB • Dibaca 163 kali

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Wacana menarik dilontarkan salah seorang Kepala SMA Kota Malang. Untuk menata parkir di sekolah, rencananya akan ada seruan agara siswa kelas X tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah. Hal ini diungkapkan Kepala SMAN 1, Budi Harsono.

Menurutnya, tingginya jumlah pemakai sepeda motor cukup merepotkan sekolah. Apalagi untuk kawasan SMA di kawan bunderan Tugu yang lahannya tidak terlalu luas, masalah parkir ini cukup merepotkan.

Baca Juga

“Seringkali kami harus mengorbankan fasilitas olahraga seperti lapangan basket karena menampung motor siswa,” ungkapnya.

Menurut Budi kondisi ini tidak bisa diatasi hanya dengan menambah lahan parkir. Tapi sangat diperlukan sebuah gerakan atau program untuk mengatasinya. Misalnya saja dengan mengimbau siswa kelas X untuk tidak membawa kendaraan bermotor saat ke sekolah. Sebab sebenarnya siswa kelas X belum boleh mengendarai kendaraan bermotor. Karena usia mereka belum 17 tahun. Kerjasama dengan pihak terkait seperti Polresta Malang juga perlu dilakukan untuk mendukung program ini.

“Kalau menjadi gerakan bersama tentu akan lebih mengena targetnya,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAN 4, Tri Suharno. Masalah parkir kendaraan memang cukup menyulitkan penataannya. Mengingat lahan sekolah yang sempit dan tidak mungkin ada penambahan lahan lagi.

“Kami akan berupaya untuk mensosialisasikan kepada orang tua siswa mengenai kemungkinan jika siswa tidak diperkenankan membawa kendaraan ke sekolah,” ujarnya.

Jika harus tegas melarang siswa membawa kendaraan dikhawatirkannya muncul protes dari masyarakat. Karena itu perlu disosialisasikan dulu kepada orang tua siswa.

Tri menjelaskan untuk mengatasi permasalahan parkir ini pihaknya sengaja membangun parkir dua lantai di halaman sekolah. Parkir ini sifatnya semi permanen karena sebenarnya berada di atas sempadan bangunan.
Sementara itu Kasi Kesiswaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Wiwik Suliani menegaskan upaya penyadaran berlalu lintas sudah dilakukan. Salah satu programnya adalah hari bebas kendaraan bermotor.

Program ini dilaksanakan di dua sekolah yaitu SMAN 10 Sampoerna Academy dan SMAN 5. Selain itu ada pula program pembinaan disiplin siswa berlalu lintas kerjasama dengan Polresta Malang. Setiap Sabtu secara bergantian siswa diajak ke Polresta Malang untuk mengikuti pembinaan.

“Upaya penumbuhan disiplin sudah kami lakukan, kalau sekolah mau mengambil kebijakan melarang membawa motor silahkan saja,” pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
smkn 1 turen kesurupan berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs