
Foto: malang post
Salah satu BlackBerry yang mulai banyak diburu adalah seri Pearl 8220. Seri BlackBerry dengan desain candybar dan bentuk flip ini tidak termasuk seri yang didatangkan oleh beberapa distributor resmi yang banyak dikenal saat ini. Untuk mendapatkan Pearl 8220 tak jarang peminat harus inden lebih dahulu dalam jangka waktu cukup lama.
“Ini carinya susah, pesen lama baru dapat satu bulan yang lalu dari teman di Jakarta. Barangnya Black Market (BM), tidak ada garansi resminya,” kata Ines Dwi Sagita, pengguna BB Pearl 8220.
Ines tau Perl miliknya adalah BM dan tidak dilengkapi dengan garansi resmi dari distributor melainkan hanya garansi sesaat dari konter tempatnya membeli. Mahasiwi sebuah universitas swasta ini mengaku tetap ingin memiliki Pearl 8220 karena desainnya yang flip dan tidak lazim digunakan oleh pengguna BB pada umumnya. Selain itu, karena status BM yang melekar pada Pearl 8220, harga belinya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga BB dengan distributor dan garansi resmi.
“Saya dapat harga Rp 1,1 juta, sampai saat ini tidak ada kesulitan apapun. Mungkin sedikit lemot karena koneksi internetnya masih EDGE,” jelasnya.
Pearl 8220 memiliki spesifikasi tak jauh dengan Gemini 8520. Mulai dari OS versi 4, kemudian koneksi internet EDGE, WiFi dan juga memori internal yang tidak besar, sekitar 75 MB. BB yang dirilis diakhir tahun 2008 ini masih menggunakan navigasi jenis trackball dengan keypad semi QWERTY, keypad hampir menyerupai QWERTY dan juga mirip alfanumerik. Menggunakan dua layar, luar dan dalam, BB Pearl 8220 juga dilengkapi dengan kamera sebesar 2 mega piksel.
Sales Konter Ivan Cell Malang Town Square (Matos), Seila Betsy menyebut BB Pearl 8220 adalah salah satu varian yang tidak dikeluarkan oleh beberapa distributor umum yang memasok di tempatnya. Berbeda dengan BB keluaran distributor resmi, barang BM tidak disertai kartu garansi dan jaminan dari distributor. Sela mengaku tempatnya juga enggan menjual barang BM karena resiko yang tinggi.
“Memang harganya jauh lebih murah, biasanya beda sampai Rp 700.000 hingga Rp 1 juta. Tapi kalau ada apa-apa ya toko yang nanggung, yang bahaya kalau sampai ada masalah dengan PINnya, kena suspend. Kalau seperti itu toko juga yang rugi,” terangnya.
Dia tidak menampik jika penjualan BB BM tetap marak di Malang. Biasanya penjual BM tidak menawarkan BB nya secara terang-terangan, melainkan pada rekan-rekan atau teman dekat penjual sendiri.
“Biasanya yang jualan juga atas pesanan pembelinya, jadi tahu sama tahu soal garansi dan kejelasan barangnya. Tapi pembeli tetap bisa memilih dan mencari BB dengan garansi dan distributor yang jelas,” tandasnya.
http://www.malangraya.info/2011/07/27/080450/1175/blackberry-pearl-8220-semakin-diburu/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





