Daun Emas Kunci Kerajaan Singosari Ditemukan

Harta Karun Singosari di Sekitar Arca Buto

Selasa, 26 Juli 2011 - 21:19 WIB • Dibaca 6,054 kali

Foto: beritajatim.com

LAWANG, MALANGRAYA.info – Daun Emas yang diperoleh Herman Subagyo (41), warga Jalan Mayjen Panjaitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, diatas pusara Tunggul Ametung dua tahun lalu, menyisakan banyak fakta dan cerita sejarah. Ahli Supranatural yang sempat melihat daun emas milik Herman menyakIni, daun itu ibarat kunci untuk masuk pada Kerajaan Singosari.

Baca Juga

“Malang adalah tempatnya benda-benda pusaka dengan nilai sejarah sangat tinggi. Daun Emas itu, saya melihat sebagai kunci menuju kerajaan singosari yang sebenarnya,” ungkap pemerhati supranatural asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Budi Supangkat, Selasa (26/7/2011) siang saat ditemui beritajatim.com.

Dijelaskan Budi, ada tiga kecamatan di Kabupaten Malang, yang memang punya nilai historis sejarah masyhurnya cerita kerajaan zaman dulu. Tiga Kecamatan itu adalah Singosari, Tumpang, dan Kepanjen.

“Kepanjen adalah kepanjian, tempatnya para kesatria. Dinamakan Kepanjen karena disinilah, Raden Panji membuka wilayah. Jadi, sampai kapanpun Kepanjen tetap adem ayem dalam dunia politik dan lainnya. Pun dengan Singosari dan Tumpang. Jika ingin menghabiskan sisa hidup dengan nyaman, tinggalah di tiga kecamatan itu,” terangnya.

Budi menegaskan, Singosari adalah kerajaan sangat masyhur. Lebih masyhur dari pada Kerajaan Majapahit sekalipun. Soal daun emas, bisa jadi itu adalah kunci guna melihat Kerajaan Singosari dari dekat. Di mata Budi, sampai hari ini, Kerajaan Singosari masih ada. Meski dalam bentuk samar, sejumlah prajurit dan rakyat jelata lengkap dengan para kesatria dan rajanya, terpampang dalam kerajaan itu.

Hanya saja, butuh kesiapan mental dan hati yang mantap untuk bisa melihat kehidupan mereka. Dunia Kerajaan Singosari juga melihat kita. Mereka, takut keluar dari lingkupnya karena tidak pede saja. “Sebenarnya Kerajaan Singosari masih ada. Sejumlah pasukannya juga sering memperlihatkan diri pada manusia. Tapi, mereka khawatir malah mengganggu. Sehingga, memilih tetap berada di lingkup kerajaan,” paparnya.

Mendengar itu, Herman selaku penemu daun emas pun menuturkan, ada goa gaib disamping petilasan Tunggul Ametung di Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Daun emas yang ditemukannya di atas petilasan Tunggul Ametung dua tahun lalu itu, ternyata menjadi jalan masuk menuju Kerajaan Singosari.

Dikatakan Herman, yang dia lihat melalui indera keenam usai menemukan daun emas itu, ternyata ada semacam gua di samping petilasan. Di dalam gua tersebut terdapat banyak prajurit. Bahkan, ia melihat dengan sadar jika di petilasan Tunggul Ametung adalah tempat pentahbisan seorang kesatria.

“Saya tak tahu apakah dia prajurit Singosari atau bangsa jin. Memakai baju kerajaan bertelanjang dada dengan mahkota. Badannya kekar dengan sorot mata tajam. Sangat gagah namun tidak sangar seperti demit,” paparnya.

Menurut Herman melalui sejumlah tokoh spiritual yang dia temui, lelaki yang ditemuinya adalah Kepala Prajurit Singosari. Kepala Prajurit itu sebenarnya memberikan jalan pada dirinya. Dia juga siap mengawal Herman kalau memang ingin masuk kedalam kerajaan.Dengan daun emas temuannya, sang Kepala Prajurit Singosari bahkan sempat menujukkan tempat-tempat harta karun kerajaan.

Namun yang dia dengar dari Kepala Prajurit tersebut, jika ingin mendapatkan harta karun Singosari, bawalah anjing hitam legam. “Saya ditawari kalau ingin dapat harta karun kerajaan, bawalah anjing hitam. Anjing itu untuk mengendus dan membongkar tanah. Lokasinya, ada di daerah Singosari di sekitar Arca Buto,” terangnya.

Herman menambahkan, tak mungkin dirinya menuntun anjing. Selain takut, dirinya yang muslim, tak ingin hewan menggonggong itu berada di sampingnya. Kepala Prajurit itu bahkan mengatakan, peti harta karun berada di sekitar arca raksasa yang ada di kawasan Singosari.

Di sekitarnya dijaga ribuan prajurit kasat mata yang siap dengan senjata berupa tombak dan panah. Pasukan bertombak inilah yang sangat berbahaya. Pemburu harta karun yang tidak mengerti sejarah, lebih baik menghentikan aksi nekatnya mencari harta karun Singosari jika tidak ingin celaka.

Uniknya, usai bertemu Kepala Prajurit Singosari, Herman sempat mendapat banyak rejeki. Pekerjaannya sebagai sales executive freeland banyak mendapatkan customer. Hanya saja, untuk masuk goa gaib Kerajaan Singosari, harus dia pikir tiga hari tiga malam sebelum akhirnya menolak untuk masuk ke dalam goa yang diyakni ahli supranatural di Malang, sebagai jalan menuju Kerajaan Singosari sesungguhnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Ongkosas

    sampai ada 4 berita nih.. mudah2an ada sambngan lagi di tahun 2012

  • Andrew

    tunggu kabar berikut………………

x close
harta karun majapahit harta karun kerajaan majapahit petilasan kerajaan singosari harta karun gaib Petilasan tunggul ametung harta karun kerajaan singosari harta karun kerajaan diindonesia mencari cerita sejarah tentang kerajaan singasari petilasan singosari mahkota majapahit peta harta karun majapahit berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs