Bupati Malang Batasi Waktu Kunjung Anak ke Warnet

Senin, 25 Juli 2011 - 22:19 WIB • Dibaca 154 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Guna merealisasikan Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemkab Malang serius memenuhi syarat KLA. Buktinya, Bupati Rendra Kresna mengeluarkan Surat Edaran Bupati (SE) untuk membatasi kunjungan anak usia sekolah pada Warung Internet (Warnet) serta Game Online saat jam sekolah. Upaya ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Fakta di lapangan, selama ini pengelola warnet tidak pernah memberlakukan pembatasan pengunjung warnet. Sehingga siapa saja dari kalangan usia tertentu bisa keluar masuk ke warnet. Maka dari itu, dengan adanya SE Bupati itu pihak pengelola warnet dan game online diwajibkan memberi batasan waktu bagi anak usia sekolah. terutama pada jam-jam kegiatan belajar mengajar berlangsung serta anak usia sekolah.

Baca Juga

“Surat edaran itu sangat banyak manfaatnya bagi anak sekolah,” ungkap Bupati Rendra Kresna usai mengikuti Peringatan Hari Anak Nasional, kemarin.

Menurut Rendra, saat ini Kabupaten Malang berupaya agar bisa mewujudkan diri sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal itu sesuai mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak no 2 Tahun 2009 tentang Tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Laik Anak.

“Maka SE itu harus diperhatikan pemilik usaha tersebut, kalau hal ini tidak dipatuhu secara otomatis kedepan pengelola akan mendapatkan sangsi,” tegas Rendra.

Dalam upaya menjadi KLA, maka Kabupaten Malang harus memenuhi lima indikator umum KLA. Yakni kesehatan, pendidikan, perlindungan, infrastruktur dan lingkungan hidup dan pariwisata.

“Disamping itu hal ini juga secara langsung bersinggungan dengan visi-misi Kabupaten Malang,” terang Bupati.

Pasalnya, juga ada indikator khusus dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak sesuai aturan tersebut. Indikator khusus itu terdiri dari pembuatan kebijakan dan promosi pelaksanaan kebijakan KLA.

Terpisah, Ichwanul Muslimin, Kabid. Wasdal Trantibum Satpol PP dan Linmas siap menegakkan SE Bupati. Katanya Satpol PP harus bisa menjalankan SE tersebut secara benar. Karena saat ini pengunjung warnet maupun game online, kebanyakaan anak-anak usia sekolah.

“Ke depan dengan adanya SE tersebut setiap warnet maupun game online harus membuat aturan pada setiap pengunjungnya. Terutama pada jam-jam siang saat dimana sedang berlangsung kegiatan belajar pada sekolahan,” tegasnya.

Jika hal itu tidak dipatuhi, maka para pengelola warnet serta game online, nantinya mereka akan mendapat teguran secara tertulis dari Satpol PP sebanyak tiga kali. Bila teta bandel maka bisa saja izin mereka akan dicabut dan dilakukan penutupan. Ichwan juga mengatakan untuk wilayah Kabupaten Malang saat ini, tidak kurang dari 50 warnet yang beroperasi, game online yang terdata masih tiga lokasi.

“Apalagi saat ini sedang menghadapi bulan suci ramadhan setiap pengelola warnet harus menyeleksi setiap pengunjung terutama bagi anak usia sekolah,” pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs