Insentif Cair, Guru Ngaji dan Modin Diverifikasi

Senin, 25 Juli 2011 - 21:13 WIB • Dibaca 286 kali

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Sebanyak 7800 guru ngaji, guru minggu dan modin se Kota Malang mendapatkan insentif kali pertama di tahun 2011 dari Pemkot Malang. Pencairan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, Bagian Kesra Pemkot Malang kembali melakukan verifikasi kepada 7800 guru ngaji, guru minggu dan modin yang menerima dana insentif.

Tahun lalu, pencairan insentif guru ngaji hanya menggunakan foto copy KTP. Tahun ini, mereka yang menerima dana insentif harus melampirkan persyaratan yang harus dilengkapi sebagai bahan verifikasi yang akan dilakukan Bagian Kesra, antara lain, surat tugas dari lembaga, KTP, Kartu Kelurga. Surat tugas diperlukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terdaftar dalam lembaga TPQ atau pengajian yang dilakukan perorangan.

Baca Juga

“Bagi mereka yang terdaftar di lembaga TPQ, musala atau masjid harus mendapatkan surat tugas dari lembaga atau takmir masjid dan musala yang bersangkutan. Sehingga akan jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap yang bersangkutan,” kata Kabag Kesra Kota Malang, Eddy Sulistyo kepada Malang Post, Minggu (24/7) kemarin.

Dari 7800 orang penerima insentif terdiri dari 6968 guru ngaji, 532 guru minggu dan 300 orang modin yang tersebar di lima kecamatan. Guru ngaji dan guru minggu mendapatkan dana insentif sebesar Rp 37.500 setiap bulannya. Sesuai dengan ketentuan, dana insentif dipotong pajak sebesar 5 persen. Dana insentif dicairkan setiap enam bulan atau dua kali dalam setahun.

Dengan melakukan verifikasi awal para penerima dana insentif, nantinya akan diketahui berapa banyak guru ngaji yang menjadi bagian dari lembaga, masjid dan musala serta perseorangan.

“Untuk guru ngaji perseorangan, surat tugasnya harus berasal dari RT, RW yang disahkan lurah setempat. Sehingga ada yang bertanggung jawab terhadap para guru ngaji perseorangan,” terangnya.

Sebelumnya, pemberian dana insentif hanya dilakukan sporadis secara massal. Saat ini, Pemkot Malang mulai melakukan verifikasi terhadap guru ngaji dan guru minggu penerima dana insentif. Agar dana insentif yang diberikan tepat sasaran.

“Saat ini belum diketahui dari para penerima insentif, berapa yang berasal dari lembaga TPQ dan berapa yang perseorangan. Sesuai dengan tujuannya, dana insentif itu diberikan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji,” terangnya.

Nantinya, usai melakukan verifikasi terhadap para guru ngaji penerima insentif, Bagian Kesra juga akan melakukan verifikasi terhadap lembaga yang bersangkutan. Kedepannya juga akan ada persyaratan bagi penerima insentif, salah satunya jumlah minimal santri yang diajar.

“Kalau tidak ada pembatasan jumlah santri yang diajar, bisa saja meski hanya satu orang yang diajar dia bisa saja mengajukan dana insentif,” tambahnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs