TPA Supiturang Akan Segera Diperluas

Senin, 25 Juli 2011 - 19:53 WIB • Dibaca 232 kali

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Perluasan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang di Kecamatan Sukun, Kota Malang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp22,3 miliar.

Wali Kota Malang Peni Suparto, Senin, mengakui, untuk perluasan lahan TPA itu masih dibutuhkan sekitar 10 hektare lagi, sebab saat ini luas TPA Supiturang baru mencapai 15 hektare, sedangkan calon pengelola dari Jerman membutuhkan lahan sekitar 25 hektare.

Baca Juga

“Naskah kerja samanya (MoU) sudah kami tandatangani, sehingga mau tidak mau syarat luasan lahan 25 hektare ini harus dipenuhi dan untuk menambah luasannya dibutuhkan dana sekitar Rp22,3 miliar,” katanya, menjelaskan.

Hanya saja, menurut dia, anggaran sebesar Rp22,3 miliar untuk pembebasan lahan itu tidak seluruhnya untuk lahan TPA Supiturang, tapi ada sebagian untuk perluasan lahan SMAN 10 di Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang.

Selain itu, lanjutnya, penambahan luas lahan tersebut juga tidak bisa dilakukan sekaligus, tapi bertahap. Dalam APBD 2011, anggaran yang diplot sebesar Rp16,8 miliar dan selebihnya akan dianggarkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2011.

“Sebisa mungkin kami akan memenuhinya secara bertahap karena kemampuan anggaran (APBD) memang masih belum bisa semuanya (10 hektare). Mudah-mudahan tahun ini perluasan lahan itu sudah tuntas,” ucap Peni, menambahkan.

Jika Pemkot Malang bisa menambah luasan lahan TPA Supiturang hingga mencapai standar yang dibutuhkan investor Jerman (25 hektare), maka investor tersebut akan mengucurkan dana sebesar Rp190 miliar, termasuk pengelolaannya ke depan.

Investor asal Jerman itu adalah Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt fur Wiederaufbau).

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto mengatakan, jika program pengelolaan TPA Supit Urang oleh investor Jerman ini terealisasi, investor minta jaminan agar Pemkot Malang mengalokasikan dana sebagai jaminan untuk menjaga kesinambungan pengelolaan sampah di TPA Supiturang, setelah pembangunan tuntas.

Menurut mantan Kabag Hukum Pemkot Malang itu, investor dari Jerman tersebut, sudah melakukan survei dan pengelolaan sampah di TPA nantinya menggunakan sistem “sanitary landfill”, yakni pengolahan sampah yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi modern (canggih) guna mengurangi gas emisi efek rumah kaca.

Beberapa tahun sebelumnya, Pemkot Malang juga sudah menjajaki kerja sama dengan investor dari Kanada dan pemerintah Belanda untuk mengelola TPA Supiturang, dengan menjadikan limbah sampah yang menumpuk tersebut menjadi energi listrik.

Bahkan, investor dari Kanada juga sudah membeli lahan seluas lima hektare di kawasan Arjowinangun untuk membangun kawasan pengelolaan sampah. Pemerintah Belanda juga sudah membangun laboratorium penangkap gas metan di lokasi TPA tersebut.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
tpa supit urang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs