Mobil Tukang Gendam Tabrakan Saat Dikejar Polisi

Senin, 25 Juli 2011 - 09:51 WIB • Dibaca 260 kali

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Satu jaringan tukang gendam yang biasa melakukan aksinya di Kota Malang, kemarin pagi dibekuk anggota Satlantas Polres Malang Kota. Mobil Suzuki Carry warna biru yang dikendarai dua penggendam, Sirun, 46 tahun, warga Wonorejo, Kabupaten Pasuruan dan Endik Purwanto, 45 tahun, warga Kecamatan Candi, Sidoarjo bertabrakan dengan sebuah motor saat kabur di depan gerbang masuk Pemkab Malang, Jalan Agus Salim Malang. Tidak hanya mobilnya yang remek, kedua tukang gendam ini juga sempat dihajar massa yang lewat.

Untungnya, aksi massa ini berhasil dicegah. Sirun dan Endik pun diserahkan ke Satreskrim Polres Malang Kota. “Memang betul mereka kecelakaan. Namun kasusnya langsung ditangani jajaran Reskrim," terang Kanitlaka Polres Malang Kota, Ipda I Gusti Agung Pranata. Hingga semalam, kasusnya juga masih dalam penyelidikan intensif. Informasi yang dihimpun Malang Post, mereka berhasil memperdayai Uswatun Hasanah, 42 tahun, warga Jalan Gadang yang baru saja keluar rumah, hendak berbelanja ke Pasar Gadang.
Baru saja tiba di jalan besar, langkahnya terhenti dengan kehadiran Endik.

Baca Juga

Kepada korbannya, Endik menanyakan alamat. “Korban sebenarnya sudah mengatakan tidak tahu, tapi Endik justru mengajak korban masuk ke dalam mobil Suzuki Carry," ujar salah satu sumber di Polres Malang Kota. Diduga kuat, saat itu Uswatun sudah terhipnotis. Di dalam mobil, Endik bercerita jika dirinya mengerti tentang ilmu agama, dan memberikan nasihat kepada korban agar selalu berhati-hati, sekaligus tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.

Nasihat Endik ini cukup manjur. Apalagi Sirun yang mengendarai mobil, juga memberikan kata-kata yang membenarkan jika Endik merupakan orang yang bisa melihat, dan bisa mengerti orang memiliki masalah. Hasilnya, Uswatun luluh. Buktinya, saat Endik meminta seluruh perhiasan dan uang milik korban agar diserahkan kepada tersangka, Uswantun seketika memberikan seluruh harta bendanya kepada Endik alasannya untuk diberi doa.

Saat diserahkan, Uswatun melihat harta bendanya berupa kalung, gelang, cincin emas serta uang dibungkus dengan kain putih. Dan yang membuat Uswatun yakin, Endik terus komat-kamit membacakan doa. Hingga 15 menit kemudian, Endik memasukkan bungkusan barang berharga itu ke dalam kotak sabun. Barang tersebut kemudian oleh Endi diberikan kembali kepada korban, dengan syarat korban dilarang membuka jika belum sampai di rumah.

“Setelah barang diberikan korban sempat di ajak berputar-putar, dan selanjutnya diturunkan di Jalan Martadinata,” lanjutnya. Turunnya korban inilah menjadi malapetaka bagi kedua tersangka. Pasalnya korban yang kondisinya sudah sadar seketika membuka kotak sabun yang diberi pelaku. Dan begitu melihat kotak sabun tersebut kosong, dia melapor ke petugas yang berjaga di Pos Polisi Klenteng. Responnya petugas langsung melakukan pengejaran. Hingga akhirnya mobil tersangka terlihat melaju di Jalan Agus Salim. Petugas pun berusaha untuk memojokkan tersangka dengan memepet laju mobil korban. Akibatnya, Sirun pun panik, dan tidak bisa mengendalikan mobil, sehingga menabrak motor yang ada di depannya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : malang post
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs