Mahasiswa Australia Tampilkan Kesenian Tradisional Indonesia

Selasa, 19 Juli 2011 - 20:19 WIB • Dibaca 199 kali

ILUSTRASI. Foto: soup.io

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info- Ratusan mahasiswa Australia yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertajuk “Australia Week” unjuk kebolehan dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional asli Indonesia dan Australia di kampus itu.

Baca Juga

Ketua Panitia “Australia Week” Prof Dr Mas’ud Said, Selasa, mengemukakan, dalam rangkaian Asia Week tersebut selain berbagai kesenian tradisional Indonesia yang diperagakan para mahasiswa Australia, mereka juga menggelar pameran foto kegiatan mahasiswa asal negeri Kanguru itu selama menempuh pendidikan tinggi di UMM.

“Yang terlibat di acara ini (Australia Week) tidak hanya mahasiswa saja, tapi para alumnus dosen dan mahasiswa Indonesia yang pernah memperoleh beasiswa studi di Australia Development Scholarship (ADS) dari berbagai daerah,” ujarnya.

Australia Week juga dilengkapi dengan Aussie Edu Expo yang melayani informasi beasiswa studi ke Australia dan Profesional Development Activities (PDA) itu digelar selama tiga hari mulai Senin-Rabu (18-20/7) di aula BAU kampus UMM.

Sekreatris AusAID, Emily Sorong mengaku senang bisa bekerja sama dengan UMM dalam penyelenggaraan Australia Week tersebut.”Dengan adanya kegiatan seperti itu, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal dengan dekat tentang Australia termasuk budaya dan program-program beasiswa bagi dosen di Australia,” katanya.

Kerja sama UMM dengan Australia telah berjalan lebih dari 15 tahun. Kerja sama ini ditandai dengan dibukanya kantor Australia Concortium for In-Country Indonesia Studies (Acicis) di UMM pada 1995. Konsorsium itu tak pernah putus mengirim mahasiswanya ke UMM.

“Setiap semester, Acicis mengirim mahasiswa untuk studi di UMM dan kini jumlahnya sudah mencapai lebih dari 170 lulusan," kata Masud yang juga koordinator Acicis UMM itu.

Selain mengirim mahasiswa asal Australia, Acicis UMM juga pernah menerima mahasiswa asal Belanda, Prancis dan Amerika Serikat. Mereka bisa mengikuti studi di UMM setelah mendaftar dan diseleksi oleh kantor Acicis Australia. Di UMM mereka belajar mengenai bahasa, budaya, agama, sosial, politik dan ekonomi untuk bekal riset di beberapa daerah di Indonesia.

Disamping dengan Australia, UMM juga menjalin kerja sama dengan universitas-universitas di Eropa melalui program Erasmus Mundus, UMM bisa mengirim mahasiswa dan dosen ke Eropa atas biaya Komisi Uni Eropa. “Tahun ini, dua proposal model kerja sama kita dengan Uni Eropa juga lolos lagi. Nantinya, tak hanya pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga pengiriman dosen untuk studi gelar di Eropa," ujar Asisten Rektor Bidang Kerjasama, Drs. Suparto, M.Pd.

Dalam pameran foto ditampilkan 30 frame foto tentang kegiatan mahasiswa Australia selama menempuh studi di UMM. Antara lain, terlihat berbagai pose mahasiswa ketika mempresentasikan hasil penelitian dengan menggunakan pakaian adat Jawa. Ada juga mahasiswa asing yang sedang mewawancarai nara sumber penelitiannya dan mengenakan kemben.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
kesenian tradisional indonesia berita malang raya berita pencemaran udara berita kriminal remaja arema 2012 pemain arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 batu town square harta karun majapahit daftar pemain arema keris luk 13 pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pilkada malang 2013 pelacuran di malang sampah anorganik karoseri adi putro arema suporter terbanyak di indonesia kerajaan singosari penemuan benda pusaka Berita kriminal pemerkosaan this is arema arema 2011-2012 nexian pad pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 meteor cell malang sendang kamulyan daun emas ahmad bustomi nexian PAD G311 diknas malang tempat prostitusi di malang berita tentang pencemaran udara Local Blogs
Local TopOfBlogs