Dugaan Kasus Pungli

Kejari Malang Janji Tuntaskan Korupsi Kepala Desa

Senin, 18 Juli 2011 - 20:41 WIB • Dibaca 126 kali

Foto: antara

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berjanji akan menuntaskan korupsi yang melibatkan Kepala Desa Klampok Kecamatan Singosari, wilayah setempat.

Baca Juga

Kepala Kejari Kepanjen, Adi Susanto SH, Senin mengatakan, meski saat ini kekurangan sumber daya manusia dalam menangani perkara, pihaknya akan terus menyelesaikan kasus korupsi kepala desa tersebut.

“Anggapan warga desa yang menilai Kejari lamban itu tidak benar, sebab kita telah melakukan pemanggilan kedua kali kepada tersangka Kepala Desa Klampok, Sujiono. Namun, panggilan pertama memang tidak datang, dan rencananya Selasa (19/7) besok kita minta untuk datang kembali,” kata Adi.

Adi mengaku, meski banyak kasus korupsi yang ditangani, Kejari akan tetap fokus dalam menyelesaikan setiap masalah.

“Apabila kepala desa yang bersangkutan menolak hadir selama tiga kali panggilan, maka kita punya kewenangan panggil paksa. Namun, panggilan kita masih yang kedua dan belum ketiga kalinya,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Ardito Muwardi menambahkan, total dugaan korupsi yang dilakukan kepala desa tersebut mencapai Rp4 miliar.

Dana itu dipungut kepala desa melalui panitia desa, namun Kejari masih akan menggali keterangan dari kepala desa yang bersangkutan.

“Kita tidak tahu kemana saja uangnya, sebab kita belum mendapatkan keterangan dari kepala desa yang bersangkutan,” ujarnya.

Sebelumnya, ratusan warga Desa Klampok melakukan unjukrasa di Gedung Kejari Kepanjen menuntut agar kasus korupsi kepala desa tersebut diusut tuntas.

“Kami minta Kejari menahan segera kepala desa dan juga panitia yang terlibat korupsi itu, sebab kita sebagai warga miskin merasa ditipu, dan uang kita tidak dikembalikan semua,” ujar Ngateri salah satu warga Dusun Prodo, Desa Klampok dalam orasinya.

Ngateri menjelaskan, dirinya sudah terlanjur membayar kepada kepala desa melalui panitia desa sebesar Rp6 juta, yang dipergunakan untuk membuka lahan garapan di desa setempat, padahal untuk membuka lahan seharusnya tanpa biaya atau gratis.

“Warga marah mas, sebab untuk membuka lahan garapan harus membayar, padahal itu seharusnya gratis atau tanpa bayar,” katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Iwan Kurniawan
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs