Kasus Yoga-Yogi

Esok, Yoga dan Yogi Mulai Sekolah Lagi

Senin, 18 Juli 2011 - 20:02 WIB • Dibaca 101 kali

Foto: antara

SUKUN, MALANGRAYA.info – Dua siswa kembar kelas 2 SD Negeri Sitirejo 04 Wagir, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Yoga dan Yogi Prakoso yang sebelumnya terusir dari sekolah setempat karena sikap kritis orang tuanya, kembali melanjutkan sekolah.

Baca Juga

Orang tua siswa, Lilis Setyowati, Senin mengatakan, kedua anaknya tersebut sudah kembali bersekolah, namun bukan di SD Negeri 04 Sitirejo melainkan meneruskan pendidikan di SD Negeri Sukun II Kota Malang.

“Saya sudah membujuknya, sebab mereka sebelumnya mengaku tidak mau masuk sekolah lagi. Namun dua putra saya itu inginnya sekolah di SD Negeri Sukun II Kota Malang,” kata Lilis kepada wartawan di rumahnya Jalan Parkit Utara 14, Sukun, Kabupaten Malang.

Lilis menjelaskan, rencananya kedua anaknya itu akan kembali masuk ke sekolah pada Selasa (19/7), dan saat ini masih melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan setempat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Wahyuningtyas mengatakan, pihaknya akan menerima kapan pun kedua anak itu jika ingin sekolah di wilayah Kota Malang.

Sebab, kesiapan Dinas Pendidikan Kota Malang tersebut sebagai bentuk rasa kemanusiaan, sehingga kedua anak itu tidak menjadi korban dari sikap kritis orang tua atau wali murid.

“Kedua siswa itu masih mempunyai masa depan yang harus diraih, dan jangan sampai menjadi korban dari sikap kritis orang tuanya,” kata Sri.

Sri menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Malang akan membebaskan biaya pendidikan bagi Yoga-Yogi selama bersekolah di SD Negeri Sukun II, sebagai bentuk kepedulian Pemkot Malang terkait nasib yang mereka alami.

Sebelumnya, kasus dikeluarkannya Yoga-Yogi dari SD Negeri Sitiarjo 04 akibat orang tua siswa yang bersangkutan membuat surat pengaduan dan laporan ketidakwajaran proses belajar mengajar serta manajemen (administrasi) sekolah yang amburadul kepada Bupati Malang Rendra Kresna.

“Kami hanya membuat laporan tersurat. Surat pengaduan ini juga ditandatangani oleh 39 orang wali murid lainnya, tapi kalau yang dikeluarkan hanya kedua anak saya, itu tidak adil,” kata Lilis sebelumnya.

Dikatakannya, selain membuat surat pengaduan kepada bupati, pihaknya juga membuat tembusan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Diknas), Bawasda, dan Kepala UPT Pendidikan TK, SD dan PLS Kecamatan Wagir, dan pengaduan itu dikirimkan pada Februari 2011.

Menurut Lilis, dua putra kembarnya itu sekarang tercacat sebagai siswa kelas II. Namun, setelah dirinya bersama 39 wali murid lainnya melaporkan kondisi manajemen sekolah, kedua anaknya justru menjadi korban dan dikeluarkan dari sekolah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs