Dugaan Kasus Pungli

Ratusan Warga Sumbul – Singosari Demo Kejari

Senin, 18 Juli 2011 - 13:27 WIB • Dibaca 508 kali

DEMO KEJARI - Sekitar 300 warga Dusun Sumbul, Singosari, mendatangi Kantor Kejari Kepanjen, Senin (18/7/2011) siang. Menggunakan tujuh truk dan mobil pribadi, mereka datang untuk mendesak pengusutan kasus pungutan liar tanah redistribusi senilai Rp.3,9 miliar. Foto: beritajatim.com

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Sedikitnya 300 warga Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mendemo Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Senin (18/7/2011) siang ini. Datang menggunakan tujuh truk dan mobil pribadi, ratusan warga itu mendesak Kejaksaan segera mengusut kasus pungutan liar (pungliar) tanah redistribusi senilai Rp.3,9 miliar.

Baca Juga

Sambil membentangkan spanduk panjang warna putih, ratusan pendemo langsung merangsek maju. Puluhan Aparat Kepolisian Polres Malang yang sudah memblokade pintu masuk Kejaksaan sejak pagi hari, membuat para demonstran hanya bisa berorasi dari luar halaman. “Tolong kejaksaan tegakkan hukum di Indonesia. Kasihan nasib petani. Kami hanya dijadikan sapi perah tanpa diberi hak mendapatkan tanah redistribusi,” teriak salah satu pendemo melalui pengeras suara.

Data yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, aksi unjuk rasa besar-besaran itu terkait adanya pungli tanah redistribusi. Tanah seluas 22 hektar itu, dimohon oleh 1183 warga meliputi Dusun Sumbul dan Dusun Prodo, Desa Klampok, Singosari. Ironisnya, saat tanah dinyatakan untuk diserahkan warga, Panitia Desa dan Kepala Desa Klampok, Sujiono, menarik biaya dengan dalih pengurusan surat menyurat.

Besaran tarikan yang berbau pungli itu, berkisar Rp.1,2 juta hingga Rp.12 juta. Meski sudah dimohon warga dua dusun dengan mengeluarkan banyak uang sejak tahun 2010 lalu, kenyataan tanah redistribusi itu tak kunjung selesai.

“Kami mendesak kejaksaan mengusut dugaan pungli. Warga sudah mengeluarkan cukup banyak uang. Namun sampai hari ini, tak kunjung mendapatkan hak tanahnya,” terang Sudarmaji, Koordinator Aksi Demo, Senin (18/7/2011) siang ini.

Ditegaskan Sudarmaji, rata-rata warga dua dusun mendapat tanah redist seluas 2000 meter. Luas lahan itu, untuk ladang garapan warga. Sedang luas pemukiman, warga mendapat 100-150 meter. Seluruh biaya surat menyurat sudah dikelurkan warga jutaan rupiah. Hanya saja, sampai hari ini, tidak ada kejelasan nasib tanah redist itu.

“Ada pungli dari tanah redist milik warga klampok. Kami berharap aparat kejaksaan segera mengusut tuntas,” paparnya.

Sampai berita ini diturunkan, ratusan warga masih terus berorasi di halaman luar Kejaksaan Negeri Kepanjen. Mereka menuntut mafia pungli tanah redist segera ditahan.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs