Kasus Yoga-Yogi

Akhirnya, Yoga-Yogi Sekolah di SDN Sukun II

Minggu, 17 Juli 2011 - 19:00 WIB • Dibaca 293 kali

Foto: antara

SUKUN, MALANGRAYA.info – Pasca dikeluarkannya Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso dari SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, akibat kekritisan orang tuanya, membuat sejumlah pihak berempati. Dua siswa kembar berumur 8 tahun yang naik kelas dua itu, dipastikan akan menjadi siswa baru di SDN Sukun II, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Baca Juga

Dengan perpindahan tersebut, paling lambat Selasa (19/7/2011) Yoga dan Yogi sudah menjadi siswa baru di lingkungan sekolah barunya, SDN Sukun II. Pasalnya, proses perpindahan administrasi sekaligus mengahapus Nomer Induk Siswa (NIS) dari Kabupaten menuju Kota Malang, akan dilakukan mulai Senin besok.

Kabar perpindahan Yoga dan Yogi dibenarkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha UPT Pendidikan Dasar, Diknas Kota Malang, Dra.Chusniah, Msi. Pada beritajatim.com, Minggu (17/7/2011) siang ini, Chusniah mengaku jika besok, proses pemindahan dari SDN yang lama menuju SDN Sukun II akan segera dilakukan. “Benar mas. Yoga dan Yogi memang akan menjadi siswa baru di SDN Sukun II,” ungkapnya.

Menurut Chusniah, setelah dirinya di telepon langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Wahyuningsih, Chusniah pun setuju jika dua siswa kembar yang menjadi korban kesewenang-wenangan kepala sekolah SDN Sitirejo IV, akhirnya ditampung di SDN Sukun II. Pilihan lokasi sekolah baru bagi Yoga dan Yogi ke SDN Sukun II, karena rumah neneknya dekat dengan sekolahan.

“Yoga dan Yogi tinggalnya tidak jauh dengan SDN Sukun II. Rumah neneknya juga didaerah Sukun. Itu sebabnya, kami carikan dia disekolah yang baru dan dekat dengan lingkungan neneknya,” papar Chusniah.

Ditambahkan dia, Kepala Sekolah SDN Sukun II juga menyambut Yoga dan Yogi dengan tangan terbuka. “Kami sudah komunikasi dengan kasek SDN Sukun II. Intinya, sekolah baru bagi Yoga dan Yogi siap memberikan pendidikan yang terbaik. Agar Yoga dan Yogi, bisa menatap masa depan tanpa harus dihinggapi rasa takut dan trauma berkepanjangan,” terangnya.

Sementara itu, Lilis Setyowati (Ibu Kandung Yoga dan Yogi) mengaku terharu dengan sambutan SDN Sukun II dan Kadiknas Kota Malang yang memperhatikan nasib putranya. Pilihan untuk menyekolahkan dua putra kembarnya ke sekolah baru, melalui pertimbangan yang matang dan diskusi panjang keluargannya.

“Senang mas. Semoga anak saya bisa lebih baik. Soalnya, kami juga ketakutan karena Yoga dan Yogi sangat trauma dengan sekolah. Kami harus membujuknya agar dia masu sekolah lagi,” kata Lilis.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs