12 Tahun di Arab, TKW Asal Malang Tanpa Kabar

PJTKI Palsukan KTP untuk Loloskan Inamah

Jumat, 15 Juli 2011 - 15:49 WIB • Dibaca 259 kali

ILUSTRASI. Foto: beritajatim.com

GEDANGAN, MALANGRAYA.info – Raibnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Malang Selatan bernama Inamah (30), diduga masuk perangkap pelaku kejahatan traficking jaringan International. Pasalnya, sejak berangkat ke Arab Saudi menjadi TKW kisaran tahun 2000 lalu, usia Inamah masih terlampau muda. Hal itu diperkuat dengan pengakuan orang tua kandung Inamah. Agar bisa berangkat, umur dipalsukan dan Inamah dipaksa membayar uang Rp.100.000.

Baca Juga

“Anak saya suruh bayar Rp.100.000. Uang itu katanya dipakai untuk mengganti tahun kelahiran anak saya yang tidak cukup jika ingin berangkat ke Saudi,” ungkap Marsih (58), ibu kandung Inamah, Jumat (15/7/2011) siang pada wartawan.

Dikisahkan Marsih, Inamah adalah bungsu dari empat bersaudara. Saat memutuskan ke Arab Saudi, Inamah ingin memberikan kontribusi guna menambah perekonomian keluargannya. Marsih sempat melarang. Bahkan, meski dirinya saat itu sudah pernah ke Saudi, Inamah ingin mencari pengalaman seperti dirinya.

“Saya beberapa kali menjadi TKW ke Saudi. Saat anak saya berangkat, usianya masih di bawah 16 tahun,” papar Marsih yang tinggal di Dusun Sumbergesing Kulon RT5/RW8, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Menurut Dia, Inamah berangkat lewat Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT.Panca Bayu Adi Sakti dengan alamat Jakarta Timur. Karena usianya muda, Inamah ditarik uang untuk membuat KTP palsu dengan mengganti identitas tahun kelahirannya. Petugas Lapangan (PL) yang merekrut Inamah untuk jadi TKW adalah Leni, warga Desa Ringin Sari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Leni sempat ditanya kemana Inamah saat ini. Jawaban Leni adalah, setelah berada di Jakarta, Leni tidak bertanggung jawab.

Marsih pun sempat melabrak PT sekitar tahun 2003, dan 2006. Di tengah-tengah tahun itu, Marsih juga memutuskan berngkat ke Saudi. Tujuannya, untuk mencari Inamah. Hanya saja, sejak berada di Arab, Marsih juga tidak tahu kemana putri bungsunya itu berada. “Saya berangkat tahun 2001. Terakhir saya pulang dari arab tahun 2006 untuk mencari Inamah. Tapi, tak juga ketemu,” paparnya.

Dikatakan Marsih, sejak kembali ke tanah air, Marsih sudah berkali-kali mendatangi PT tempat Inamah diberangkatkan. Namun, jawaban PT adalah, hanya berjanji segera memulangkan Inamah ke tanah air. Setelah ditunggu sejak tahun 2002 hingga saat ini, sudah lebih dari 12 tahun Inamah tidak diketahui rimbanya.

Terakhir menurut Marsih, putri bungsunya hanya mengirimkan surat jika posisinya, berada di Bahrain. “Sekali saja kirim surat. Anak saya katanya ada di Bahrain. Sejak itu, anak saya tidak pernah kirim surat lagi,” kata Marsih yang berharap, PT segera menemukan dan memulangkan Inamah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Parhan Arema

    assalamu’alaikum.Kpd cemua teman2 fb yg ada d kawasan Timur tengah kususnya,,,barang siapa yg mengetaui/mengenal atas nama; Inamah asal MALANG JA-TIM Desa Ringin Sari ,Kc.Sumber Manjing Wetan di mohon untuk memberi kabar pada orang tuany/di tunggu kedatangan nya ,karena sudah 12 th tak ada kabar .kami ucapkan trima kasih atas bantuan dan perhatiannya…..?

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs