Derita TKI

12 Tahun di Arab, TKW Asal Malang Tanpa Kabar

Jumat, 15 Juli 2011 - 15:20 WIB • Dibaca 163 kali

GEDANGAN, MALANGRAYA.info – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi asal Malang Selatan, lebih dari 12 tahun tidak ada kabar beritanya. TKW bernama Inamah (30), warga Dusun Sumbergesing Kulon RT5/RW8, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang itu, tak diketahui nasibnya setelah berangkat ke Arab pada kurun waktu tahun 2000 lalu.

Inamah adalah bungsu dari empat bersaudara. Nama ayahnya Marsu (61). Sedang ibu kandungnya bernama Marsih (58). Dari keluarga ini, rata-rata mereka mencari rupiah menjadi TKW. Marsih sang ibu, bahkan sudah berkali-kali mendulang mata uang riyal sebagai tambahan guna meningkatkan taraf ekonomi keluargannya.

Baca Juga

Dikisahkan Marsih, Inamah berangkat sekira tahun 2000 lewat PT. Panca Bayu Adi Sakti dengan alamat Jakarta Timur. Petugas Lapangan (PL) yang memberangkatkan Inamah bernama Leni, warga Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Marsih sempat mendatangi Leni. Tapi, Leni tegas mengatakan jika kalau sudah berada di Jakarta, Inamah bukan menjadi tanggung jawabnya.

“Kami meminta agar PT tempat anak saya memberangkatkan bertanggung jawab. Pasalnya, sudah beberapa kali PT kami desak untuk memulangkan Inamah. Namun, tetap saja hanya diberi janji-janji,” ungkap Marsih.

Menurut Marsih, saat Inamah ke Saudi, dirinya juga mengadu nasih di negeri kaya minyak itu. Namun, setelah pulang kampung tahun 2002 lalu, Marsih tak juga mengetahui nasib anaknya. Ia sempat menanyakan ke PT. Jawaban PT, pihaknya segera memulangkan Inamah karena kontrak sudah habis. Percaya omongan PT, Inamah pun melanjutkan ke Arab lagi pada kisaran tahun 2004. Dua tahun disana, Marsih pulang tahun 2006.

Karena tak juga mendapat kepastikan kapan Inamah pulang, Marsih kembali mendatangi PT. Seperti jawaban semula, PT hanya menjanjikan jika Inamah akan dipulangkan secepatnya. “Kita sudah labrak PT beberapa kali. Tapi jawabannya suruh menunggu karena anak saya segera dipulangkan,” ucap Marsih sambil meneteskan air mata.

Sampai hari ini, Inamah belum pernah sekalipun memberikan kabar dimana posisinya berada. Inamah sempat mengirim surat saat masih berada disana setahun. Pada surat yang diterima Marsih dan keluargannya, Inamah mengaku posisinya berada di Bahrain. Sejak saat itu, Inamah sudah tidak bisa dihubungi lagi. Jangankan kirim uang, mengetahui kabarnya saja, Marsih dan tiga kakak Inamah serta kandungnya, tak tahu harus mengadu kemana lagi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs