Kasus Yoga-Yogi

Kadiknas Kab. Malang Diminta Mundur

Kamis, 14 Juli 2011 - 15:26 WIB • Dibaca 228 kali

DI SURABAYA - Yoga dan Yogi di salah satu hotel di Surabaya. Foto: beritajatim.com

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Kasus dikeluarkannya Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso dari SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang akibat kritik ibu kandungnya, Lilis Setyowati terhadap sekolah, mendapat tanggapan serius Politics, Policy And Developmend (POLLDEV) Malang Raya.

Baca Juga

Pada beritajatim.com, Kamis (14/7/2011) siang ini, lembaga yang bergerak dalam bidang Pusat Kajian Dan Pengembangan Politik, Kebijakan Publik Serta Pembangunan itu, tegas mengatakan jika yang bertanggung jawab dalam hal dikeluarkannya Yoga dan Yogi dari sekolah, mutlak adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Malang.

“Secara moral, Kadiknas harus bertanggung jawab. Kadiknas adalah pengambil kebijakan. Tidak mungkin dua anak kembar itu dikeluarkan begitu saja tanpa ada campur tangan dari Kadiknas,” ungkap Direktur Executive POLLDEV, Zia Ulhaq, Kamis (14/7/2011).

Ditegaskan Zia, perkara yang membuat dua siswa kembar itu trauma adalah, karena tidak becusnya Diknas Pendidikan setempat melakukan manajerial. Seorang Kadiknas, tidak dituntut harus pintar. Namun, Kadiknas harus punya jiwa manajerial yang mumpuni.

Fungsi manajerial didalamnya adalah paling tidak ada evaluasi pendidikan di Kabupaten Malang setiap tiga bulan sekali atau kontinyu. Sehingga, permasalahan sekecil apapun yang berujung nestapa, tidak sampai terjadi.

“Yang salah jelas Kadiknas. Tidak mungkin dua siswa itu dikeluarkan tanpa sepengetahuan mereka. Ini adalah bentuk kelalain yang sangat fatal,” terangnya.

Zia menambahkan, jika seorang Kadiknas sudah lalai dalam melakukan manajerial, dia harus legowo untuk menyerahkan jabatan itu pada yang lebih berkompeten. Legowo untuk mundur dari jabatannya, adalah bentuk tanggung jawab moral.

“Bupati harus tegas dalam menyelesaikan kasus tersebut. Karena Kadiknas sudah lalai, ada baiknya legowo untuk mundur agar kasus seperti ini, tidak kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kritik Ibu kandung Yoga dan Yogi yang membuat surat aduan tentang manajemen SDN Sitirejo IV pada Bupati Malang, Rendra Kresna dengan tembusan Bawasda dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi, justru berbuah dikeluarkannya Yoga dan Yogi dari sekolah. Kadiknas menjamin dua siswa kembar itu bisa kembali masuk sekolah.

Namun yang terjadi, rasa kurang simpatik diperlihatkan guru dan wali murid di SDN Sitirejo IV, justru menanamkan rasa trauma cukup dalam bagi kejiwaan Yoga dan Yogi. Kedua bocah kembar itu tak mau sekolah lagi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs