Anak Anggota Kodim Dikeroyok Hingga Tewas

Kamis, 14 Juli 2011 - 13:56 WIB • Dibaca 174 kali

ILUSTRASI. Foto: kompas

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Nasib malang menimpa Nur Maulana Firdaus (17), alumnus SMK Negeri I Singosari, Kabupaten Malang. Pemuda yang bekerja disebuah cafe ini tewas di RSSA Malang setelah menjadi korban pengeroyokan sejumlah pemuda di Jalan Raya Tlogomas.

Baca Juga

Menurut Pardan (51), orang tua korban, aksi penggeroyokan pada anaknya itu terjadi Rabu (13/7/2011) dini hari. Saat kejadian, putranya bersama tiga temannya mengendarai dua motor melintas di tempat kejadian yang kebetulan menjadi tempat nongkrong sekelompok pemuda.

“Katanya diteriaki dan dilempar oleh pemuda yang nongkrong depan warnet,” ujarnya kepada detiksurabaya.com di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (14/7/2011) siang.

Lelaki yang berdinas di Kodim Kabupaten Pasuruan ini baru mengetahui kejadian yang menimpa apada anaknya Rabu subuh dari Bripda Thariq Mulyadin Ghaffar (25), kakak kandung korban yang berdinas di Brimobda Ampeldento.

“Kakaknya bilang almarhum tak sadarkan diri habis dikeroyok puluhan warga, saya kemudian datang ke rumah sakit,” ujar suami dari Srimulyani ini.

Sementara Ainurrofik (19), salah satu saksi mata mengatakan. Pagi itu dirinya selesai mencari makan bersama korban serta rekannya Yogi Agus Prianto (19) dengan mengendarai dua motor.

Dirinya saat itu berboncengan dengan Yogi, sedangkan korban mengendarai motor sendiri. Tepat di lokasi kejadian, sekelompok pemuda tiba-tiba memaki mereka dan melempari dengan benda-benda padat. Maulana kemudian mengajak untuk kembali ke kafe Cipenong yang merupakan unit usaha milik kakaknya tak jauh dari lokasi kejadian sembari mengadukan peristiwa itu .

“Kami kemudian kembali bersama Mas Thariq,” terangnya ditemui terpisah.

Sementara, dari penuturan Thariq, ketika mendapat aduan dari adiknya, dirinya segera menuju ke lolasi untuk menanyakan pelemparan tersebut. Sayangnya, sekelompok pemuda itu langsung memukul dirinya.

“Mereka langsung mukul, padahal saya sempat bilang saya anggota dan menunjukkan dompet berisi kartu anggota Brimob. Tapi malah mereka rampas dan lari masuk kampung,” bebernya.

Dia kemudian terpancing untuk mengejar para pelaku berjumlah sekitar 6 orang itu, namun usaha itu tak membuahkan hasil untuk menemukan jejak para pelaku. “Sesaat kemudian hadir puluhan warga yang langsung menyerang kami. Adiknya saya tak sadarkan diri selesai dipukul pakai paving di bagian kepala,” ujarnya. Untuk bisa selamat dirinya bersama dua rekan korban berlari menuju jalan raya.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan ini. Sejumlah warga juga tengah dimintai keterangan oleh polisi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs