
Bupati Malang, Rendra Kresna. Foto: aremafc.com
“Sudah selesai, sudah tidak ada masalah lagi. Orangtuanya Yoga-Yogi sudah menerima dan memaafkan. Kasek juga sudah menerima dan saling memaafkan,” kata Rendra kepada detiksurabaya.com di sela-sela acara Malam Anugerah Otonomi Award di The Empire Palace Surabaya, Rabu (13/7/2011) malam kemarin.
Siang tadi, digelar mediasi antara Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dengan kedua orang tua Yoga-Yogi. Dalam mediasi tersebut, Yoga-Yogi menangis histeris karena diumpat dan tidak boleh sekolah di SDN IV Sitirejo oleh sejumlah wali murid lainnya yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut di sekolah.
Rendra mengatakan, kejadian tersebut adalah efek dari peristiwa sebelumnya. Tapi, pemkab dan instasi terkait akan melakukan pendekatan, agar semua pihak termasuk wali murid lainnya dapat menerima kehadiran Yoga-Yogi di sekolahan tersebut.
“Yang paling penting adalah jangan bicara konflik antar pribadi, tapi bagaimana pendidikan Yoga-Yogi tidak berpengaruh pada yang bersangkutan,” tuturnya.
Ia tak ingin permasalahan itu terus melebar dan tak berujung sehingga dikhawatirkan jusru akan mengganggu proses pendidikan Yoga dan Yogi. “Diterima diterima dengan senang hati dan terbuka. Mereka tetap bisa belajar dengan teman-temannya,” jelasnya.
Konflik itu dipicu surat pengaduan ibunda Yoga dan Yogim Lilis Setyowati ke bupati. Dalam isi surat pengaduan itu, Lilis bersama 39 wali murid lain membeberkan semua keburukan di sekolah itu. Diantaranya kondisi infrastruktur yang jelek,tenaga pengajar kurang memberikan didikan yang baik dan banyaknya pungutan dilakukan sekolah.
Kepsek SDN IV Sitirejo Imam Shadiqin meminta Lilis mencabut pernyataan yang dibubuhkan pada surat pengaduan yang dikirim ke Bupati Malang 21 Febuari 2011 lalu.
http://www.malangraya.info/2011/07/14/122753/521/bupati-malang-minta-pendidikan-yoga-yogi-lebih-diutamakan/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





