Kasus Yoga dan Yogi

Mediasi Kasus SDN IV Sitirejo Berakhir Pilu

Rabu, 13 Juli 2011 - 19:05 WIB • Dibaca 163 kali

BERUJUNG PILU - Mediasi Orangtua Yoga-Yogi dengan Diknas dan Sekolah berakhir pilu. Sejumlah wali murid yang ikut hadir secara lantang meneriakkan ketidaksukaan mereka jika bocah kembar itu bersekolah di SDN IV Sitirejo. Foto: detiksurabaya

WAGIR, MALANGRAYA.info – Proses mediasi digelar untuk mempertemukan kedua orang tua Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso, siswa yang dikeluarkan SDN IV Sitirejo berakhir pilu.

Baca Juga

Putra kembar pasangan Toufan Effendi (35) dan Lilis Setyowati (32) ini menangis histeris akibat banyak umpatan dari sejumlah wali murid yang ikut hadir di sekolah, Rabu (13/7/2011).

Bahkan salah satu wali murid secara lantang meneriakkan ketidaksukaan mereka jika bocah kembar itu bersekolah di SDN IV Sitirejo.

“Pokoknya saya nggak mau kalau Yoga dan Yogi sekolah disini lagi,” teriak Nursiah seorang wali murid dari luar ruangan.

Perkataan Nursiah ini sempat membuat gempar orang-orang yang berada di dalam ruangan saat melakukan mediasi antara Lilis dengan pihak sekolah yang diwakili Kasek Imam Shadiqin. Namun saat diburu awak media, perempuan asal Makassar itu pergi meninggalkan tempat.

Kata-kata Nursiah ini juga memancing emosi wali murid lainnya turut menolak keberadaan bocah berusia 8 tahun itu. Menurut mereka upaya kritis dari Lilis membuat hubungan antara wali murid dan sekolah renggang dan berimbas kepada anak didiknya.

Karena terus mendapat hujatan Lilis nampak tak kuasa menahan beban dan hanya bisa menunduk seraya menunggu hasil keputusan nasib kedua putranya.

“Kami masih kalut mas. Saya tak ingin kejiwaan dua putra saya terganggu,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi ikut hadir dalam mediasi itu menjamin Yoga-Yogi akan tetap bersekolah di SDN IV Sitirejo dan menjamin kedua siswa duduk di bangku kelas II ini tak mendapat diskriminasi.

“Saya jamin tidak ada diskriminasi, silakan saja kembali sekolah di sini ya,” tutur Suwandi.

Namun pernyataan itu tak membuat kedua putra Lilis bahagia. Keduanya terus menangis hingga pertemuan itu harus diakhiri. Lilis sendiri belum dapat memberikan kepastian terkiat kembali mengantar kedua putranya bersekolah, karena melihat beban batin yang tengah dirasakan keduanya.

“Saya belum tahu mas, mendingan saya bawa pulang dulu agar tenang dia (Yoga-Yogi,red),” ujarnya seraya meninggalkan lokasi sekolah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs