Kasus Yoga dan Yogi

Nurani Wali Murid SDN Sitirejo IV Sudah Mati

Rabu, 13 Juli 2011 - 18:22 WIB • Dibaca 102 kali

TAK TAHAN - Lilis Setyowati, ibu kandung Yoga dan Yogi akan berpikir seribu kali untuk menyekolahkan putra kembarnya di SDN Sitirejo IV kembali. Foto: beritajatim.com

WAGIR, MALANGRAYA.info – Masyarakat kita sedang sakit nampaknya. Ketika rasa empati dan ketulusan hati sudah tidak hinggap disanubari, penjungkiran nilai-nilai keperimanusiaan, makin tertanam di lubuk jiwa.

Baca Juga

Mirip kasus contek massal SDN Gadel di Surabaya, Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso, adalah satu dari korban betapa dewasa ini, masyarakat begitu sinis terhadap jati dirinya sebagai mahkluk sosial.

Dan puncaknya, hitam bisa jadi putih dan putih akan dengan mudah dihitamkan. Yoga dan Yogi kini mengalami tekanan psikis luar biasa. Ia menangis saat diajak orang tuanya dalam pertemuan mediasi dengan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, serta Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).

Air mata Yoga dan Yogi bukan sandiwara. Bocah kembar berumur 8 tahun itu, ingin merasakan betapa nikmatnya dunia pendidikan di negerinya. Tapi yang terjadi justru, tidak seindah cerita nenek moyangnya. “Saya nggak mau lagi sekolah ditempat itu,” terang Yoga, sambil mengusap air matanya.

Wajar Yoga mengutarakan kata itu. Teriakan sejumlah wali murid lainnya di SDN Sitirejo IV di tengah-tengah acara mediasi, seperti momok menakutkan bagi Yoga.

Ia dan adiknya, Yogi tak tahu apa itu kritik. Apa itu dana BOS dan uang ekstra kurikuler menari dan pramuka. Yang dia rasa kini adalah, untuk sekolah yang sudah dijalaninya sejak setahun lalu, justru memberinya beban moral dan cibiran dari wali murid.

“Kami tidak mau dia sekolah disini lagi. Karena ibu dari dua anak itulah yang membuat keruwetan di sekolah ini,” teriak Nursiah, salah seorang wali murid saat melihat mediasi, Rabu (13/7/2011) siang ini.

Kata yang terlontar dari mulut Nursiah mungkin hanyalah sebuah kata-kata. Tapi, kata-kata itu tajam dan menyakitkan. Seandainya Nursiah adalah ibu dari Yoga dan Yogi, dia pun mungkin akan berbalik mikir jika kata-katanya, seperti pedang yang menusuk ulu hati.

Mendengar itu, tegas Lilis Setyowati (ibu kandung Yoga dan Yogi) akan berpikir seribu kali untuk menyekolahkan putra kembarnya di SDN Sitirejo IV kembali, meski jaminan dari Kadiknas dan pihak sekolah, dua putra kembarnya diterima kembali menjadi siswa di sekolah itu.

“Kami akan sabar dulu mas. Saya takut psikis anak saya jadi terganggu. Sementara waktu, biar anak saya di rumah dulu. Semua ini, demi kebaikan dan masa depan anak saya,” kata Lilis.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
sdn sitirejo 1 wagir berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs