Istri Ngomel, Dijejali Bata Hingga Tewas

Selasa, 12 Juli 2011 - 21:09 WIB • Dibaca 267 kali

BUNUH ISTRI - Abdul Aziz (48), tersangka saat diamankan di Polsek Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (11/7). Foto: surya

GONDANG LEGI, MALANGRAYA.info – Karena tak tahan dengan omelan sang istri, Abdul Aziz (48), pria asal Desa Urek-urek Krajan RT 21/RW 3, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang tega memukuli kepala istrinya, Siti Fatimah (42) hingga cedera berat dan akhirnya tewas.

Baca Juga

Menurut pengakuan Aziz kepada penyidik Polsek Gondanglegi, pemukulan yang dilakukannya itu terjadi Minggu (10/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengaku kalap karena tidak tahan dengan omelan sang istri.

Di hadapan penyidik, Aziz pun menceritakan ihwal penganiayaan itu. Sore itu ia meminta uang kepada Siti, alasannya untuk membayar utang dagang batu bata sebesar Rp 500.000 kepada orang bernama Solikin.

Tak disangka, Siti menanggapi permintaan itu dengan omelan yang menurut Aziz menyakitkan hati. Ia pun membalas dengan omelan pula. Jadilah kemudian adu mulut yang berlangsung hingga beberapa saat.

Rupanya adu mulut itu tidak berakhir damai. Aziz yang sudah kalap kemudian mengambil kursi plastik yang ada di dekatnya dan langsung menghantamkannya ke kepala sang istri berkali-kali. Begitu kerasnya hantaman, kursi plastik itu sampai pecah berkeping-keping.

"Saya juga ambil batu bata dan menjejalkan ke mulutnya biar dia berhenti ngomel," ujar Aziz.

Semua kejadian itu, mulai dari perang mulut hingga penjejalan batu bata itu berlangsung di depan mata putra sulung pasangan itu, Akbar, yang berusia 10 tahun.

Sebelum penganiayaan berlanjut menjadi lebih parah, ibu Aziz yang tinggal tak jauh dari rumah mereka datang dan melerai keduanya. Aziz pun pergi meninggalkan rumah.

Selang dua jam kemudian, Aziz kembali ke rumah dan menemukan istrinya sedang terbaring di ruang tengah dan mengeluh sakit kepala. Karena keluhan Siti tak juga hilang, sekitar pukul 18.00 WIB, Aziz pergi lagi untuk memanggil tukang pijat untuk mengobatinya.

Dipijat selama setengah jam rupanya tak membuat sakit kepala ibu dua anak itu sembuh, karenanya atas dorongan sejumlah warga, sekitar pukul 21.00 WIB Aziz pun membawa istrinya itu ke Rumah Sakit Al Basiroh, Desa Tanggung, Turen, agar segera mendapat perawatan yang lebih layak. Namun, nahas, dalam perjalanan menuju RS, Siti mengembuskan napas terakhirnya.

Atas kematian sang istri, Aziz mengaku amat menyesal. "Saya menyesal sekali, nggak menyangka kalau gara-gara itu dia jadi meninggal. Padahal saya tahu kalau istri saya itu sebelumnya juga sering mengeluh sakit kepala," kata Aziz.

Kanitreskrim Polsek Bululawang AKP Suprayitno mengatakan, polisi turun tangan atas laporan keluarga Siti yang tinggal di Desa Bakalan RT 2 RW 4, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Mereka melapor karena merasa ada yang tidak beres dengan kematian Siti. Sementara itu, jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSU Dr Saiful Anwar Malang untuk divisum.

"Begitu dapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan petugas Polsek Gondanglegi untuk menanganinya. Setelah itu sekitar pukul 03.00 WIB, Aziz ditangkap di rumahnya," ujar Suprayitno.

Modin Desa Urek-Urek Krajan, Maskuri (53), menyatakan, Siti tewas meninggalkan dua orang anak bernama Akbar (10) dan Dhea (5). Karenanya, setelah ibunya meninggal dan bapaknya ditahan, kedua bocah itu langsung dibawa oleh keluarga pihak ibu ke Desa Bakalan, Bululawang.

"Saya dapat informasi ini dari tetangga samping rumah korban. Waktu saya datang, ibu Siti sudah dalam kondisi koma. Karenanya, dia langsung dibawa ke rumah sakit dengan mobil milik seorang tetangga. Saat itu yang mengantarkan ya Pak Aziz dengan kedua adiknya. Kalau anaknya, sudah dibawa sama keluarga di Bakalan," ujar Maskuri.

Ditambahkan Maskuri, selama ini dia tidak melihat sesuatu yang salah dengan perilaku Aziz. Menurut sepengetahuannya, Aziz yang sehari-hari bekerja membuat batu bata itu hanya pria biasa.

"Sepengetahuan saya sih orangnya biasa saja, nggak ada yang aneh. Mungkin saat itu dia sedang lepas kendali, jadi dia pukul istrinya sendiri," pungkas Maskuri.

Sementara itu, tragedi meninggalnya Siti juga cukup mengejutkan tetangga sekitar rumah. Ny Ponidi, tetangga samping rumah Aziz menyatakan bahwa dirinya sama sekali tak menduga bahwa tetangganya itu meninggal akibat dipukuli sang suami.

"Saya sama sekali nggak tahu kalau mereka bertengkar, tahu-tahu malam harinya Siti sakit kepala dan koma. Warga sekitar sini juga banyak yang nggak tahu kok," beber Ponidi.

Setibanya dari RSU Dr Saiful Anwar, jenazah Siti langsung disemayamkan di rumah duka di Desa Bakalan. Duka mendalam dan isak tangis terlihat di mata para kerabat almarhumah, mungkin karena itu pula mereka melarang wartawan untuk mendekat dan mencari informasi.

"Sudah-sudah, nggak usah diliput, nggak usah diberitakan," ujar salah seorang kerabat pria Siti.

Kabag Humas Polres Malang, AKP Gaib Djumargo, mengatakan, setelah petugas Polsek Gondanglegi menangkap tersangka dan melakukan identifikasi di lokasi kejadian, tersangka langsung dipindahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Malang. Selain itu, dari identifikasi yang dilakukan, petugas juga membawa barang bukti berupa satu buah batu bata dan pecahan-pecahan kursi plastik yang dipergunakan untuk memukul Siti.

"Sekarang kasusnya sudah ditangani di PPA Polres Malang. Tersangka masih kami periksa sambil menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan apakah kematian korban benar disebabkan karena penganiayaan suami," ujar Gaib.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : surya
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
kasus di urek-urek gondanglegi malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs