Bangunan Mempersempit Jalan

Pondasi Dibongkar Paksa, Warga Adu Mulut

Selasa, 12 Juli 2011 - 10:16 WIB • Dibaca 100 kali

BONGKAR PONDASI - Karena dinilai mempersempit jalan, sebuah bangunan dibangkar paksa. Foto: beritajatim.com

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Sunarman (62), warga Jl RA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sempat adu mulut dengan warga RW 02 Kelurahan setempat.

Baca Juga

Penyebabnya, pondasi bangunan yang berdiri di dekat jalan semut, di atas lahan miliknya, dipinggir kali irigasi, kelurahan setempat dibongkar paksa. Warga membongkar pondasi tersebut karena dinilai mempersempit jalan semut yang sudah lama ada.

“Warga membongkar tanpa memberi tahu kami selaku pemilik lahan. Padahal pondasi ini dibangun diatas lahan milik saya sendiri. Warga RW 02, tiba-tiba membongkarnya,” aku Sunarman kepada beritajatim.com, ditemui di lokasi, Senin (11/07/2011).

Warga cerita Sunarman, meminta agar lahan miliknya dijadikan pelebaran jalan. Namun, caranya yang tidak baik. Warga tak ada musyawarah baik-baik dengan Sunarman. “Pihak Kelurahan juga tak ada pembicaraan soal permintaan lahan saya itu,” katanya.

Sebenarnya, di sebelah kali irigasi itu sudah ada jalan semut selebar satu meter. Ingin dilebarkan, warga minta ditambah satu meter lagi. “Andai kata ada komunikasi yang baik saya terima. Sebenarnya sudah saya beri setengah meter untuk jalan itu. Namun, warga masih kurang,” aku Sunarman.

Kata Sunarman, pihak dari warga diwakili oleh Arif, warga RW 02. “Dia yang mempeloporinya. Bahkan dia yang mengaku akan diproses secara hukum karena saya tak mau memberikan untuk jalan,” katanya.

Akhirnya, Senin (11/07/2011), Sunarman meminta pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pengukuran lahan miliknya dengan memansang patok di lahan tersebut. “Lahan ini akan saya jadiakan taman wisata untuk umum,” katanya.

Lahan tersebut memang bersertifikat atas nama Irwan Sunaryo. “Saya membelinya tiga bulan lalu kepada pak Irwan itu. Lahannya seluas 265 meter. Saya membelinya seharga Rp 400 juta,” akunya.

Saat pelaksanaan pengukuran dari BPN, beberapa warga yang ingin dilakukan pelebaran jalan juga datang ke lokasi. Arif yang mengatasnamankan warga hanya meminta agar jalan tersebut dilebarkan, karena untuk kepentingan umum.

“Warga hanya meminta agar jalan semut itu dilebarkan. Ini atas kepentingan warga banyak. Jalan semut satu meter milik irigasi itu dilebarkan dengan lahan milik pak Sunarman itu,” katanya.

Saat itu beberapa warga terus melakukan pembelaan. Sempat terjadi adu mulut dengan Sunarman. “Ini untuk kepentingan umum, bukan untuk pribadi,” kata salah satu warga saat itu.

Setelah dilakukan pengukuran dari BPN, kedua belah pihak masih melakukan musyawarah bersama pemilik lahan. “Saya cuma ingin dikomunikasikan secara baik-baik. Jangan main hakim sendiri. Karena lahan ini memang milik saya,” harap Sunarman.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs