Kirim Aduan ke Bupati

LIRA: Kasek SDN Sitirejo IV Harus Dipecat

Selasa, 12 Juli 2011 - 10:09 WIB • Dibaca 149 kali

WAGIR, MALANGRAYA.info – Wajah geram terlihat saat Bupati Lumbung Informasi Rakat (LIRA) Kabupaten Malang, Zuhdy Achmadi mendampingi Yoga dan Yogi ke Pendopo Agung Pemkab Malang, Senin (11/7/2011) siang ini. Meski batal bertemu Bupati Malang, Rendra Kresna, Didik (sapaan akrab Zuhdy Achmadi) mengaku jika Bupati Malang, tegas meminta Kadiknas turun tangan mengusut Kepala Sekolah (Kasek) SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, Imam Sodiqin.

“Pak Rendra ada keperluan dinas di Ngantang. Ada pelantikan kepala desa disana. Namun, beliau tegas meminta agar BKD dan Kadiknas segera mengusut kasek tersebut,” tegasnya.

Baca Juga

Diungkapkan Didik pada beritajatim.com sore ini, LIRA mencium ada banyak ketidakberesan di sekolah itu. Dugaan terjadinya penyimpangan juga kental terasa. Pasalnya, surat aduan yang ditulis Lilis Setyowati (ibu kandung Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso), malah berbuntut dikeluarkan dua siswa kembar itu. Jika tidak ada administrasi dan keuangan yang disalahgunakan, pastilah kasus ini tidak akan terjadi.

“Dikeluarkannya Yoga dan Yogi indikasinya jelas, ada banyak penyimpangan di sekolah tersebut. Kami mendesak Bupati Malang dan Kadiknas agar memecat kasek nakal itu,” ungkap Didik.

Lebih jauh, Didik menguraikan, LIRA menyikapi dari surat penolakan dari sekolah agar Yoga dan Yogi disekolahkan ketempat lain, bentuk kengawuran dari kepala sekolah. Sebagai PNS sekaligus penanggung jawab disekolah, tidak mungkin kasek mengeluarkan surat penolakan dan pemecatan dua siswa kembar tanpa diserati nomer. Surat berlogo pemkab, stempel, dan NIP tanpa diiringi adanya nomer surat, mengindikasikan jika kasek sudah menyimpang dari aturan administrasi.

“Melihat surat yang dibuat kasek, jelas bodong. Masak surat pengeluaran Yoga dan Yogi tidak ada nomernya. Kami curiga surat itu palsu alias rekayasa belaka,” katanya.

Didik menambahkan, apa yang dilakukan kasek sangat fatal. Selain arogan, kasek sudah melawan Undang-Undang no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) serta Undang-Undang no.47 tahun 2008 tentang Program Wajib Belajar. Dimana inti dari dua Undang-Undang diatas adalah, sekolah tidak boleh mengeluarkan siswa didiknya dengan semena-mena. Siswa boleh dipecat atau dikeluarkan dari sekolah apabila terlibat kriminal, teroris, membawa senjata tajam dan pencurian.

Nah, melihat kasus Yoga dan Yogi yang tidak tersangkut kasus apapun lantas menjadi korban, adalah bentuk arogansi kasek. “Tidak ada alasan untuk memecat kasek. Paling tidak, Bupati atau Kadiknas harus membina kasek yang arogan seperti itu,” paparnya.

Diakhir pembicaraan, Didik juga menerima laporan di SDN Sitirejo IV tentang banyaknya monopoli dari kasek. Guru-guru berstatus PNS disekolah itu banyak disingkirkan jika tidak sepaham dengan kasek. Tanda tangan dari Komite Sekolah, Paguyuban Sekolah dan Guru agar mengeluarkan Yoga dan Yogi dari sekolah, adalah bentuk pengkondisian dari kasek. Dimana itu semua, harus dihentikan serta ada sangsi tegas dari Bupati, Kadiknas, ataupun Badan Kepegawaian Daerah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs