Kirim Aduan ke Bupati

Kasek SDN IV Sitirejo Bantah Keluarkan Yoga-Yogi

Selasa, 12 Juli 2011 - 09:04 WIB • Dibaca 124 kali

DIBANTAAH KASEK - Yoga dan Yogi tak dikeluarkan, demikian bantahan Kasek SDN IV Sitirejo, Imam Sodiqin. Foto: detiksurabaya

WAGIR, MALANGRAYA.info – Kepala Sekolah (Kasek) SDN IV Sitirejo membantah telah memecat kedua putra Lilis Setyowati, seorang wali murid asal Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebab sampai kini Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso masih anak didik mereka.

Baca Juga

“Siapa bilang kami memecat, kami tidak melakukan itu. Sampai kini mereka masih siswa kami,” jelas Kepsek SDN IV Sitirejo Imam Sodiqin saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (11/7/2011) sore.

Imam tak memungkiri telah terjadi polemik antara orang tua kedua siswa itu dengan pihaknya. Namun, masalah itu hanya sebatas antara kedua belah pihak dan akan berimbas kepada anak didik. Pasalnya, sebagai tenaga pengajar dirinya tak akan tega mengeluarkan siswanya hanya karena masalah itu.

“Anak tetap anak pak, kami selaku orang tua di sekolah tidak akan setega itu. Hari ini saja lima siswa pindahan kami terima buat apa memecat kedua siswa itu,” terangnya.

Ditanya sikap sekolah bila Lilis memaksa kedua putranya tetap bersekolah di tempatnya, Imam menjamin pihaknya akan menerima dengan lapang dada, karena selama ini sekolah tak pernah memusuhi kedua anak tersebut.

“Silakan saja sekolah, karena memang tidak ada masalah kok,” ujarnya.

Imam mengaku, beberapa tenaga pengajar merasa terpukul dengan surat pengaduan yang dilayangkan Lilis kepada bupati terkait buruknya pendidikan di lembaga sekolah yang dipimpinnya itu.

Menurutnya, siapa yang tidak jengkel jika dihina sekolah tidak berstandar internasional, tenaga guru yang buruk, infratruktur yang kurang bagus, serta banyak siswa yang tak mengenakan seragam rapi. Padahal semua itu hanyalah pandangan sepihak dari seorang wali murid.

“Sekolah kami dikatakan buruk dan tidak berstandar internasional, banyak yang mengenakan seragam serta lingkungan yang becek. Kami jengkel dengan itu. Pernah kami minta silakan pindah saja mencari sekolah yang baik, tapi tidak mau,” akunya.

Sedikit dia mengungkapkan, hingga saat ini Lilis masih mempunyai tunggakkan di koperasi untuk membeli seragam. sekolah dulunya memberikan kebijakan agar Lilis mendapatkan keringanan untuk diberikan seragam dengan membayar cicil.

“Seragam anaknya itu, saya berikan dari koperasi dan bisa mencicil, sampai sekarang belum lunas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Imam sengaja memendam masalah ini karena adanya instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang agar tak merespon pengaduan Lilis.

Hal itu dilakukan karena sekolah akan menyambut ujian nasional. “Saya memang diperintahkan untuk tidak komentar oleh dinas atas aduan Lilis, karena jelang ujian nasional,” paparnya.

Dia menambahkan, hanya satu permintaan dari sekolah untuk mengakhiri konflik dengan orang tua Yoga dan Yogi itu, yakni dengan mencabut pengaduan dihadapan para tenaga guru. “Kita minta dia mencabut semua omongannya dan meminta maaf, hanya itu saja,” tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs