Relokasi PIG Dikalahkan Proyek Uji Kir

Senin, 23 Mei 2011 - 10:06 WIB • Dibaca 268 kali

Salah satu sudut Pasar Induk Gadang. Foto: malangkota.go.id

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Harapan masyarakat agar jembatan kembar Gadang, Kota Malang segera berfungsi harus tertunda. Sebab, Wali Kota Peni Suparto memprioritaskan pembangunan uji kir daripada merelokasi Pasar Induk Gadang selatan.

Baca Juga

Penyebab utama kemacetan di perempatan Gadang selama ini adalah adanya jalan yang membelah Pasar Induk Gadang (PIG) selatan, sehingga bus dan mobil penumpang umum (MPU) lebih memilih ngetem mencari penumpang di sekitar PIG daripada masuk ke terminal baru Hamid Rusdi yang sepi calon penumpang.

Namun, apabila jembatan kembar Gadang-Bumiayu sebelah selatan yang telah rampung itu dioperasionalkan, kemacetan di Gadang akan berkurang. Namun, untuk mengoperasikan jembatan itu, pemkot harus terlebih dulu merelokasi PIG selatan yang tepat berada di barat jembatan. Semula pemkot merencanakan relokasi PIG selatan di bekas terminal Gadang yang berarti jadi satu dengan PIG utara.

Namun di tempat bekas terminal Gadang, Wali Kota Peni ternyata lebih memprioritaskan pembangunan tempat uji kir kendaraan bermotor daripada merelokasi PIG selatan. Untuk merealisasi rencana pembangunan tempat uji kir itu, saat ini wali kota sedang menyusun anggaran yang akan diajukan lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2011.

Dongkrak PAD

Dijelaskan Peni, fasilitas uji kir sangat penting sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang. Saat ini uji kir kendaraan bermotor Kota Malang masih bergabung menjadi satu dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang di lahan bekas uji kir milik Pemprov Jatim di Karanglo, Singosari. Karena itu, PAD Kota Malang dari uji kir ini tidak maksimal.

"Apabila Pemkot Malang sudah memiliki fasilitas uji kir sendiri, PAD dari sektor ini terdongkrak. Makanya kami dahulukan pembangunan fasilitas uji kir ini," tandasnya.

Peni menyadari pentingnya relokasi PIG selatan di samping PIG utara. Namun anggaran untuk merelokasi PIG selatan ini cukup besar, sedang kekuatan APBD Kota Malang sangat terbatas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs HM Yusuf MPd, mendukung langkah wali kota ini. Apabila Kota Malang memiliki tempat uji kir sendiri, keuntungan yang didapat lebih banyak. "Selain dapat meningkatkan pelayanan masyarakat, PAD juga bisa terdongkrak," papar Yusuf, Minggu (22/5).

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : surya
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
pasar gadang malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs