Embat Helm, Motor Jadi Tumbal

Senin, 14 Februari 2011 - 14:43 WIB • Dibaca 88 kali

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Nasib tragis menghampiri bandit kelas teri, Eko Widodo (24). Hanya karena menggasak sebuah helm, ia harus meringkuk di dalam jeruji besi yang pengap dan dingin. Apesnya lagi, warga Jl Muharto VII/24 Kedung Kandang ini juga harus rela kehilangan sepeda motor.

“Sebelum berhasil kami ciduk, tersangka (Eko) sempat menjadi buronan selama hampir lima bulan," tandas Kapolsek Kedung Kandang, Kompol Darmono, saat ditemui di Mapolsek Kedung Kandang, Minggu (13/2).

Baca Juga

Kejadian bermula saat Eko dan Jack melintas di Jl Selat Sunda Sawojajar 1, 3 Oktober 2010 silam. Saat itu, cerita Darmono, Eko dan Jack tertarik dengan sebuah helm merk INK warna silver yang menggantung di motor, dan terparkir di sebuah rumah. Melihat helm mahal itu, naluri bandit Eko dan Jack tumbuh liar. Tanpa pikir panjang, Jack pun melompati pagar rumah tersebut untuk menggasak helm.

“Sedangkan Eko menunggu di atas motornya sembari menunggu aksi Jack," kata Darmono.

Jack berhasil menggasak helm dan kembali ke boncengan Eko. Tanpa pikir panjang, Eko menggeber motornya dengan kencang. Nahas, di Jl Danau Tigi, motor berplat N 5633 AH yang ditunggangi Eko dan Jack terjungkal. “Mereka (Eko dan Jack) tak menyadari kalau ada polisi tidur. Karena motor melaju kencang, mereka terjungkal," kata Darmono.

Saat terjatuh, Eko mencoba menghidupkan mesin motornya, namun gagal. Panik karena aksinya sudah ketahuan Derbi Hestiawati, pemilik helm, Eko dan Jack pun lari meninggalkan motornya. Atas kejadian ini, Derbi pun melapor ke kantor polisi. Pasca pelaporan Derbi, anggota Polsek Kedung Kandang mengamankan motor Eko untuk proses penelurusan jejak sang bandit. “Dari informasi Samsat, ternyata motor itu milik Eko. Dari temuan inilah, kami akhirnya memburu Eko dan rekannya (Jack)," kata Darmono.

Sembunyi Bersama Istri

Selama berbulan-bulan polisi tak menemukan persembunyian Eko dan Jack. Namun, akhirnya, Polsek Kedung Kandang mengetahui jika Eko dan Jack bersembunyi di rumah rekannya di Desa Wagir, Kabupaten Malang. Polisi pun akhirnya menemukan Eko dan menangkapnya di sana, Jumat (11/2) lalu. Sedangkan Jack, hingga berita ini ditulis masih menjadi buronan.

“Saya nyolong helm untuk membeli susu kaleng buat anak saya," kata Eko kepada Surya.

Lelaki yang sehari-harinya mengamen ini, juga mengaku bersembunyi di Sidoarjo selama menjadi buronan polisi.

“Saya ngekos di daerah Candi, Sidoarjo bersama istri saya. Sedangkan anak, saya titipkan ke neneknya," kata Eko.

Dari pengalaman tragis ini, Eko mengaku menyesal dan kapok, serta ia tidak ingin menggeluti dunia hitam ini. Sebab, begitu ia berhasil ditangkap dan menjadi penghuni sel Polsek Kedung Kendang, ibu kandungnya menangis setiap hari. “Saya tidak tega dengan ibu saya. Kata pak polisi, ibu saya menangis terus setiap hari karena ulah saya. Saya kapok," ratapnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : Surya
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs